
Cirebon, 11 Mei 2026, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan kegiatan Paparan Publik (PUBEX). Kegiatan ini dilaksanakan di kantor pusat GRPM, Grha Prima Indonesia, Jl. Tuparev No 87 A, Cirebon, Jawa Barat. RUPST dan PUBEX ini dapat diikuti secara tatap muka langsung (offline) dan secara daring (onlne).
Dalam RUPS tersebut, terdapat 7 (tujuh) mata acara yang dipaparkan kepada para Pemegang Saham dan telah mendapatkan persetujuan sebagai berikut:
- Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025 dan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2025.
- Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2025. Untuk Tahun Buku 2025, Perseroan tidak membagikan dividen. Seluruh laba bersih akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan.
- Penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2025.
- Penetapan gaji atau honorarium dan tunjangan bagi Komisaris Perseroan serta gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi Perseroan untuk tahun buku 2025.
- Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Perdana saham Perseroan.
- Pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menyatakan dalam akta Notaris tersendiri dalam satu akta atau beberapa akta mengenai realisasi jumlah saham yang telah dikeluarkan sehubungan dengan dilaksanakannya Waran Seri I yang telah diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum menjadi saham baru dengan mengubah pasal 4 ayat 2 anggaran dasar Perseroan.
- Perubahan Pengurus Perseroan. Pada mata acara ini, Rapat memutuskan menerima pengunduran diri dari Bapak Hendriyanto Liem.
Acara berikutnya dilanjutkan dengan paparan public (Public Expose). Dalam pelaksanaan Paparan Publik kali ini, GRPM memberikan informasi terkait aktivitas perusahaan selama periode tahun 2025.
Informasi berikutnya GPRM memaparkan tentang laporan keuangan tahun 2025. pada laporan 2025 ini mencatatkan angka penjualan Rp 754,4 Miliar naik dari tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp 705,5 Miliar. Kenaikan ini menjadi catatan baik yang diperoleh GRPM di tengah banyaknya penurunan penjualan yang dialami oleh Perusahaan dalam industry sejenis. Total Aset yang dimiliki GRPM tercatat senilai Rp 185,7 miliar dengan nilai Total Ekuitas Rp 89,7 miliar.


GRPM akan terus melanjutkan strategi perkembangan yang sudah dilakukan yakni menambah Produk dan Prinsipal, Perluasan Area dan Efisiensi Biaya Operasional dan juga penutupan area-area operasional yang dinilai secara ekonomi dan bisnis tidak menguntungkan bagi Perseroan.
Pada awal tahun 2026 ini, Perseroan sudah mulai lebih menmfokuskan diri kepada produk-produk yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik, antara lain AIR MINERAL DALAM KEMASAN (AMDK). Perseroan berkeyakinan pangsa AMDK ini sangat menjanjikan. Selain memberikan tingkat pertumbuhan yang sangat baik, AMDK ini juga sejalan dengan perkembangan tren dan preferensi konsumen dengan gaya hidup yang lebih sehat.
